Demam ringan (sekitar 37.5°C – 38°C) yang tidak disertai infeksi atau penyakit lain dan sering kambuh dapat menjadi tanda lupus yang penting. Demam ini bukan demam tinggi yang biasa terjadi saat infeksi berat, melainkan peningkatan suhu tubuh yang persisten dan misterius. Seringkali, demam ringan ini dikaitkan dengan peradangan kronis di dalam tubuh yang merupakan ciri khas dari penyakit autoimun lupus.
Lupus adalah kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan sehatnya sendiri. Peradangan sistemik yang terus-menerus ini dapat memicu respons demam ringan sebagai bagian dari aktivitas penyakit. Tubuh secara konstan memerangi “penyerang” internalnya sendiri, yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh secara subfebril, menjadi yang perlu diwaspadai oleh setiap individu.
Yang membuat ini menjadi tanda penting adalah sifatnya yang sering kambuh tanpa penyebab jelas. Pasien mungkin mengalami periode demam ringan selama beberapa hari, kemudian mereda, dan muncul lagi di kemudian hari. Pola ini membedakannya dari demam akibat infeksi biasa, yang umumnya disertai gejala lain seperti batuk, pilek, atau nyeri tenggorokan, dan akan mereda setelah infeksi sembuh.
Mengabaikan yang persisten dan kambuh-kambuhan dapat menunda diagnosis lupus. Karena seringkali tidak dianggap serius, pasien mungkin tidak segera mencari pertolongan medis, atau dokter mungkin tidak langsung mencurigai lupus. Ini berpotensi memperlambat penanganan penyakit, yang pada akhirnya dapat menyebabkan peradangan terus berlanjut dan merusak organ vital tubuh, menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Selain demam ringan, penderita lupus sering mengalami gejala lain yang menyertai, seperti kelelahan parah yang tidak membaik dengan istirahat, nyeri sendi, sendi, atau berbentuk kupu-kupu di wajah. Kombinasi gejala-gejala ini harus menjadi perhatian serius dan mendorong evaluasi medis lebih lanjut, sehingga diagnosis bisa ditegakkan lebih cepat.
Jika seseorang mengalami demam ringan yang tidak jelas penyebabnya dan sering kambuh, terutama jika disertai gejala lain yang disebutkan di atas, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat medis, dan tes darah khusus untuk mendeteksi antibodi autoimun yang menjadi penanda lupus, untuk menegakkan diagnosis.
Penanganan demam ringan pada lupus biasanya melibatkan obat-obatan untuk mengendalikan peradangan dan aktivitas penyakit secara keseluruhan. Kortikosteroid dosis rendah atau obat antimalaria sering digunakan untuk meredakan demam dan gejala lainnya. Manajemen stres dan gaya hidup sehat juga penting untuk membantu mengurangi frekuensi flare-up yang menyebabkan demam.
