Penurunan fungsi tubuh seiring bertambahnya usia seringkali membuat lansia lebih rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah pada gigi dan gusi. Kesehatan Rongga Mulut yang prima bukan hanya soal estetika, tetapi memiliki dampak signifikan pada nutrisi, kemampuan bicara, dan bahkan kesehatan sistemik, seperti risiko penyakit jantung. Pencegahan gigi copot dan masalah gusi yang kronis memerlukan perhatian khusus dan perubahan rutinitas harian. Memahami faktor risiko dan menerapkan praktik kebersihan yang benar adalah kunci utama untuk mempertahankan Kesehatan Rongga Mulut di usia senja.
Salah satu alasan utama lansia sering mengalami masalah gigi copot adalah penyakit periodontal, yaitu infeksi gusi yang disebabkan oleh penumpukan plak. Kondisi ini diperburuk oleh beberapa faktor yang umum terjadi pada lansia, seperti penurunan produksi air liur (xerostomia) yang bisa disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Air liur berfungsi sebagai pembersih alami dan penetral asam, sehingga kekurangannya membuat gigi lebih rentan terhadap kerusakan. Selain itu, resesi gusi—kondisi di mana gusi menyusut dan memperlihatkan permukaan akar gigi—juga sering terjadi. Akar gigi tidak dilindungi oleh email, sehingga menjadi sangat rentan terhadap gigi berlubang dan infeksi.
Untuk menjaga Kesehatan Rongga Mulut, lansia harus mengadopsi rutinitas kebersihan yang lebih teliti daripada saat mereka muda. Menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride adalah wajib, namun penggunaan sikat gigi berbulu lembut sangat dianjurkan untuk menghindari iritasi gusi yang sudah sensitif. Selain itu, pembersihan sela-sela gigi menggunakan benang gigi atau sikat interdental harus dilakukan setiap hari. Menurut rekomendasi dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang kota Bandung per 1 April 2025, lansia juga harus mempertimbangkan penggunaan mouthwash berfluoride yang lembut untuk membantu mengatasi mulut kering dan memberikan perlindungan tambahan terhadap email gigi.
Pemeriksaan gigi rutin juga menjadi komponen tak terpisahkan dalam pencegahan. Berbeda dengan usia muda yang mungkin hanya perlu berkunjung ke dokter gigi setahun sekali, lansia dianjurkan untuk mengunjungi dokter gigi atau spesialis kesehatan gigi (periodontis) setidaknya setiap enam bulan sekali. Kunjungan rutin ini penting agar masalah seperti periodontitis atau lubang gigi dapat dideteksi dan diatasi pada tahap awal, mencegahnya berkembang menjadi infeksi yang memerlukan pencabutan gigi. Contohnya, di Klinik Gigi Pratama, layanan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi khusus lansia tersedia setiap hari Rabu dan Jumat pukul 09.00 hingga 14.00 WIB, untuk memastikan akses yang mudah dan nyaman. Dengan komitmen terhadap kebersihan harian dan pemeriksaan profesional yang teratur, lansia dapat menikmati tahun-tahun emas mereka tanpa terbebani oleh masalah gigi dan gusi yang menyakitkan.
