Posted on

Norwegian Scabies: Infeksi Tungau Parah pada Sistem Kekebalan Lemah

Norwegian Scabies, yang juga dikenal sebagai crusted scabies, adalah bentuk skabies yang sangat parah dan menular. Berbeda dengan skabies biasa yang umumnya melibatkan sekitar 10-15 tungau pada tubuh, penderita Norwegian Scabies dapat menampung jutaan tungau Sarcoptes scabiei di kulit mereka. Kondisi ini sering kali terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah.

Ciri khas Norwegian Scabies adalah munculnya kerak tebal, bersisik, dan kemerahan pada kulit. Area yang paling sering terinfeksi meliputi tangan, kaki, siku, lutut, dan bahkan kulit kepala dan kuku. Kerak ini terbentuk dari tungau, telur, dan kotorannya yang sangat banyak. Meskipun jumlah tungau sangat banyak, penderita Norwegian Scabies mungkin tidak merasakan gatal hebat seperti pada skabies biasa.

Infeksi parah ini terutama menyerang individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kelompok yang paling rentan termasuk penderita HIV/AIDS, leukemia, limfoma, atau mereka yang sedang menjalani kemoterapi atau pengobatan imunosupresif lainnya. Lansia, individu dengan disabilitas fisik atau mental, serta mereka yang mengalami malnutrisi juga berisiko tinggi.

Meskipun Scabies disebabkan oleh jenis tungau yang sama dengan skabies biasa, keparahannya timbul karena sistem kekebalan tubuh penderita tidak mampu menekan perkembangbiakan tungau. Akibatnya, tungau berkembang biak secara tak terkendali, menyebabkan infestasi yang masif dan ruam yang luas.

Karena jumlah tungau yang sangat banyak, Scabies sangat menular. Penularan dapat terjadi bahkan melalui kontak fisik singkat atau berbagi barang-barang pribadi seperti pakaian, handuk, dan sprei. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi yang ketat sangat penting di lingkungan tempat tinggal penderita.

Diagnosis Norwegian Scabies seringkali memerlukan pemeriksaan mikroskopis dari kerokan kulit untuk mengidentifikasi tungau, telur, atau fesesnya. Karena gejalanya bisa berbeda dari skabies biasa (gatal mungkin minimal atau tidak ada), diagnosis seringkali terlambat, yang memperparah kondisi.

Pengobatan Norwegian Scabies membutuhkan terapi yang lebih agresif dibandingkan skabies biasa. Biasanya melibatkan kombinasi obat oral seperti ivermectin dan krim topikal seperti permethrin. Seluruh kontak dekat penderita juga harus diobati untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Pembersihan lingkungan menyeluruh sangat direkomendasikan untuk mencegah reinfeksi.