Pasca Bencana alam seperti gempa bumi kerap meninggalkan trauma psikologis mendalam serta gangguan kecemasan berat bagi para korban, khususnya anak-anak dan lansia di Kabupaten Cianjur. Pemulihan fisik bangunan harus berjalan seiring dengan pemulihan trauma jiwa agar masyarakat dapat kembali bangkit menjalankan kehidupan secara normal dan sehat. Menjawab kebutuhan darurat krisis mental ini, STIKES Cianjur menerjunkan tim relawan keperawatan untuk memberikan pendampingan psikososial intensif di posko-posko pengungsian.
Tim perawat dan mahasiswa mengaplikasikan berbagai teknik terapi pemulihan trauma, seperti terapi bermain bagi anak-anak, sesi bimbingan konseling kelompok, serta latihan relaksasi emosional. Pada masa Pasca Bencana ini, kehadiran pendamping yang peka dan empatik sangat dibutuhkan untuk mendengarkan keluh kesah para pengungsi yang kehilangan anggota keluarga dan tempat tinggal. Penanganan stres pascatrauma secara dini terbukti ampuh mencegah gangguan jiwa berat di masa depan pada warga terdampak.
Selain pendampingan jiwa, relawan perawat tetap memantau kesehatan fisik para pengungsi dari ancaman penyakit menular di lokasi penampungan sementara yang serba terbatas. Kegiatan di fase Pasca Bencana ini mengintegrasikan perawatan luka fisik, pemantauan gizi anak, dan sanitasi lingkungan posko agar kondisi kesehatan masyarakat tidak makin memburuk. Koordinasi ketat dilakukan bersama dinas sosial dan dinas kesehatan Cianjur untuk menjamin kelancaran penyaluran bantuan medis dan logistik.
Edukasi mengenai ketahanan mental keluarga juga diberikan kepada para orang tua agar mereka mampu memberikan dukungan emosional bagi anak-anak mereka di tengah masa sulit pemulihan. Pembentukan kader kesehatan jiwa berbasis warga desa dibentuk oleh STIKES Cianjur guna memastikan bahwa pendampingan pemulihan trauma tetap berlanjut meskipun masa tanggap darurat resmi berakhir. Kemandirian warga dalam memulihkan jiwa komunitas menjadi target utama kegiatan ini.
Dedikasi tanpa henti dari STIKES Cianjur dalam mendampingi warga korban bencana mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari pemerintah daerah dan masyarakat luas. Kehadiran keperawatan psikososial terbukti menjadi pilar pemulihan yang sangat krusial dalam mengembalikan semangat hidup dan harapan warga Cianjur. Sinergi antara keahlian medis dan kepedulian kemanusiaan ini berhasil membimbing masyarakat Cianjur bangkit menjadi lebih kuat dari krisis bencana alam.
