Dunia medis seringkali diidentikkan dengan kelembutan dalam merawat pasien, namun realitas di lapangan terkadang menuntut ketangguhan fisik dan kesiapsiagaan mental yang luar biasa. Di Stikes Cianjur, para mahasiswa kesehatan mulai menyadari bahwa memiliki kemampuan menjaga diri adalah kebutuhan mendasar. Melalui program ekstrakurikuler Berlatih Silat, para calon perawat dan bidan ini ditempa untuk memiliki refleks yang tajam. Cianjur sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung pesilat tangguh di Jawa Barat, sehingga mengintegrasikan kearifan lokal ini ke dalam kurikulum kesehatan merupakan langkah strategis untuk mencetak tenaga medis yang mandiri dan percaya diri.
Mengapa Berlatih Silat menjadi sangat penting bagi tenaga kesehatan? Dalam situasi darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau saat menangani pasien dalam kondisi gaduh gelisah, seorang tenaga medis rentan menghadapi risiko fisik yang tidak terduga. Dengan dasar beladiri yang kuat, mereka mampu melakukan teknik penguncian atau penghindaran tanpa harus melukai pasien, melainkan demi menjaga keamanan bersama. Silat mengajarkan kontrol diri yang sangat tinggi, sebuah nilai yang sangat selaras dengan etika keperawatan yang mengutamakan keselamatan pasien sekaligus perlindungan diri bagi pemberi layanan kesehatan.
Selain untuk perlindungan diri, aktivitas Berlatih Silat di lingkungan kampus Stikes Cianjur juga berfungsi sebagai latihan fisik kardiovaskular yang intens. Gerakan-gerakan jurus silat yang melibatkan seluruh anggota tubuh membantu meningkatkan stamina, kelenturan, dan keseimbangan. Bagi mahasiswa yang sehari-hari disibukkan dengan tumpukan buku kedokteran, berlatih di lapangan terbuka memberikan kesegaran pikiran dan membantu mengurangi tingkat stres. Kebugaran fisik yang prima sangat dibutuhkan agar mereka tidak mudah lelah saat harus menjalani jadwal piket yang panjang di rumah sakit nantinya.
Filosofi dalam Berlatih Silat juga menekankan pada aspek spiritual dan mentalitas yang tenang. Mahasiswa diajarkan untuk tidak menggunakan kekerasan kecuali dalam keadaan terdesak. Ketenangan batin ini sangat membantu calon tenaga medis saat menghadapi situasi kritis yang membutuhkan pengambilan keputusan cepat. Di Stikes Cianjur, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat solidaritas antar mahasiswa, karena dalam silat terdapat nilai kekeluargaan yang kental. Dengan fisik yang kuat dan jiwa yang stabil, lulusan Stikes Cianjur diharapkan menjadi garda terdepan kesehatan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh secara fisik.
